rumah dan halaman

Rumah sebagai lingkungan fisik dan non fisik

Posted on

Rumah Sebagai Lingkungan Fisik dan Non Fisik Pada Sebuah Rumah Tinggal
Yang Dibangun Developer Komplek Perumahan DBanjarmasin

Di masa sekarang dimana pertumbuhan perumahan dan pemukiman yang cukup signifikan dibeberapa negara berkembang khususnya seperti di negara Indonesia yang kita sayangi ini, hal demikian dapat kita lihat di beberapa media cetak maupun media elektronik seperti sekarang. Semua itu menunjukan betapa pesatnya perkembangan perumahan dan pemukiman di negri yang katanya jamrud khatulistiwa ini.

Dari hal demikian membuktikan bahwa taraf hidup masyarakat Indonesia pada umumnya sudah mulai meningkat dari beberapa tahun sebelumnya. Dalam pembahasan mengenai perumahan dan pemukiman ini penulis mempersempit pembahasan mengenai perkembangan bentuk rumah pada komplek perumahan yang berubah secara fungsinya di kota Banjarmasin pada khususnya, dan kota besar lain pada umumnya. Perubahan fungsi rumah maksudnya rumah tidak hanya dipandang sebagai tempat berlindung dan berteduh saja tapi menjadi yang multifungsi seperti; rumah sebagai tempat menunjang perekonomian atau tempat bisnis, rumah sebagai kantor (rukan), dan sebagainya.

Developer perumahan melihat dari potensi yang sangat antusias dari kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal yang semakin meningkat dari hari ke hari. Maka akhirnya para developer berlomba untuk menciptakan berbagai model atau type komplek perumahan sesuai dengan perkembangan gaya arsitektur yang lagi trend pada masanya dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, serta menciptakan suatu pasar property sesuai dengan latar belakang dan ekonomi masyarakatnya, contohnya di kota Banjarmasin ini, dulunya hanya terdapat beberapa komplek perumahan yang cukup sederhana dan ditujukan kepada masyarakat dengan tingkat perekonomian menengah, biasanya type rumah-rumah yang terdapat di komplek itu merupakan type-type yang sudah dikenal oleh masyarakat seperti type 21, type 45, dan sebagainya dengan harga yang cukup terjangkau bagi masyarakat. Namun, pada masa sekarang dengan meningkatnya taraf perekonomian masyarakat ditengah kemajuan zaman dan teknologi seperti sekarang ini, maka membuat para developer harus berpikir keras untuk menciptakan model atau type property baru yang dapat menarik perhatian masyarakat ditengah pangsa pasar property yang sangat menggiurkan bagi developer-developer komplek perumahan.

Akhirnya tercetus pemikiran-pemikiran baru dari developer-developer dengan menciptakan desain atau gaya arsitektur yang sangat modern dengan type-type rumah yang mengikuti gaya-gaya arsitektur yang lagi di gandrungi masyarakat pada umumnya seperti gaya arsitektur minimalis, gaya arsitektur mediterania, gaya arsitektur klasik, dan beberapa gaya arsitektur lainnya, tentu dengan harga pasarannya yang cukup tinggi dan khususnya ditujukan untuk masyarakat kelas atas. Hal tersebut tidak lain untuk menarik perhatian masyarakat dengan menciptakan komplek perumahan yang memiliki khas yang berbeda dengan komplek-komplek perumahan pada umumnya, contoh komplek perumahan seperti ini yang terdapat di Banjarmasin dapat ditemui di komplek perumahan Citra Garden, komplek perumahan Pondok Metro Indah, dan sebagainya  Namun, untuk jenis komplek perumahan seperti ini tidak dapat dirubah seenaknya dari yang eempunyaf rumah karena terbentur dengan peraturan yang dibuat dari developernya. Biasanya komplek perumahan seperti ini dibangun dengan berbagai fasilitas didalamnya dengan suasana lansekap sangat tertata yang dapat memberikan kesan estetis pada lingkungan perumahan yang semuanya itu untuk memberikan kenyamanan baik dari segi fisik maupun psikis bagi penghuninya.

Dari wacana diatas berbeda dengan komplek perumahan sederhana yang terdapat di Banjarmasin dengan type rumah yang cukup kecil dan biasanya ditujukan untuk keluarga kecil dan masyarakat kalangan menengah serta bentuk rumahnya standart dan sederhana seperti rumah pada umumya,  biasanya developer perumahannya memberikan tanah kosong di bagian belakang rumah, tujuanya tidak lain untuk memberikan kebebasan kepada pemilik rumah untuk memperbesar atau memperluas rumahnya. Hal ini terjadi karena kebutuhan pemilik rumah akan ruang yang di inginkan pasti akan bertambah. Selain itu karena untuk meningkatkan taraf perekonomian si pemilik rumahnya, biasanya bentuk komplek perumahan seperti ini ecepat tumbuhf dalam artian bentuk dari rumah semula dari rancangan developer terjadi perubahan atau penambahan fungsi dari pemilik rumah. Contohnya rumah yang semula hanya type 45 dengan bahan dinding struktur bangunannya dari kayu tapi karena meningkatnya taraf perekonomian si pemilik  rumah, maka rumah tersebut di plester atau direhab dengan dinding batu bata.

Perubahan rumah tidak hanya dari segi struktur bangunannya tapi juga dari bentuk bangunannya, misalnya pada bagian depan rumah di buat kios atau warung kecil, toko, wartel dan sebagainya. Mungkin tujuannya untuk menambah pemasukan keuangan bagi si pemilik dengan kata lain untuk menunjang perekonomian si pemilik rumah, maka tercetus pemikiran untuk mengubah atau menambah bentuk rumah yang semula hanya berfungsi sebagai tempat tinggal. Namun, karena meningkatnya kebutuhan pemilik rumah maka akhirnya terjadi perubahan yang sangat menonjol dari bentuk rumahnya, contohnya seperti yang penulis kemukakan di atas. Dengan perubahan fungsi rumah sebagai tempat tinggal menjadi rumah sebagai tempat usaha atau bisnis bagi pemiliknya.

Ada contoh lain yang pernah penulis baca di tabloid Bintang Home edisi bulan April_2005  mengenai perubahan fungsi rumah tinggal di salah satu komplek perumahan kelas atas di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Dimana disana terdapat beberapa rumah yang cukup mewah. Namun, karena perubahan zaman akhirnya rumah tersebut berubah fungsinya menjadi tempat beberapa usaha, adapun usaha-usaha yang mudah ditemui misalnya; usaha salon, laundry, kantor notaris, ataupun sebagai tempat usaha travel perjalanan, dan sebagainya. Artinya di kota-kota besar apalagi sebesar kota Jakarta pun perubahan fungsi rumah banyak ditemui bahkan mulai melupakan peraturan tata kota mengenai perubahan fungsi bangunan semestinya.

Dapat ditarik kesimpulan perubahan fungsi rumah tinggal pada suatu komplek perumahan adalah hal biasa dan sah-sah saja, dimana kehidupan selalu berkembang mengikuti zaman dan kebutuhan manusia  selalu meningkat sesuai masanya. Dengan syarat perubahan fungsi rumah tinggal tersebut harus mengikuti dan mentaati peraturan yang ada baik dari developernya maupun pemerintah, serta yang lebih penting tidak merusak keadaan alam sekitarnya.  ˜^_^

 

                                                                                                                                                                                                                             

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>