Rencana anggaran biaya rehab

RENCANA ANGARAN BIAYA REHAB

Macam analisa

Perbandingan membuat Rencana anggaran biaya bangunan baru dan rencana anggaran biaya rehab sebuah bangunan memang sangat jelas. Bagi yang sering mengerjakan perencanaan sebuah bangunan dipastikan tahu lebih mudah ataupun lebih sulit diantara keduanya. Apakah menghitung rencana anggaran biaya rehab dari pada menghitung rencana anggaran biaya bangunan baru. Jawaban yang tepat semuanya bisa dibilang sulit ataupun bisa dibilang gampang tinggal tahapan dalam menghitung rencana anggaran biaya item pekerjaan diuraikan dengan jelas.
Ada berbagai macam analisa satuan pekerjaan seperti BOW, SNI, Kontraktor (bisa dilihiat web sebelah) dimana dasar perhitungan koefesiannya sama berdasarkan waktu, tenaga, bahan dan alat yang dipakai dalam menyelesaiakan sebuah pekerjaan.

Koefesien pekerjaan

adalah nilai pengali terhadap harga satuan upah dan bahan dimana nilai setiap koefesiannya berdasarkan pengamatan dan praktek real dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Ketiga analisa yang disebutkan diatas memiliki koefesian berbeda berdasarkan perbedaan metode dalam mengambil kesimpulan dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan.

Perbandingan nilai indeks koefesien ketiga analisa diatas berdasarkan berbagai sumber dalam menghasilkan harga sebuah pekerjaan seperti berikut.

  • BOW = Lebih Mahal
  • SNI = Sedang
  • Kontraktor = Lebih Murah
Rencana anggararan biaya rahab

Dalam rehab bangunan harus teliti dalam mendata item pekerjaan yang akan di rehab. Hal ini penting guna menghindari pekerjaan – pekerjaan tambah yang akan menaikan beban biaya pekerjaan.

Langkah Menghitung biaya rehab bangunan berdasarkan analisa SNI:

  1. Mendata dengan teliti setiap pekerjaan yang akan di rehab.
  2. Megetahui satuan pekerjaan seperti m2, m3, kg, m’, buah dan sebagainya sehingga menghindari kesalahan dalam menghitung volume berdasarkan satuan pekerjaan. (Dalam analisa SNI) setiap item pekerjaan sudah tertera satuan pekerjaannya.
  3. Menghitung volume pekerjaan berdasarkan penjelasan nomer 2 diatas.
    contoh

    • pekerjaan pasangan bata (dalam analisa satuan harga tertera satuan pekerjaan m2)
      jika panjang pasangan bata 3 meter dan tinggi 3 meter total pekerjaan pas. bata adalah 3m X3m = 9m2
    • Pekerjaan Kolom beton (dalam analisa satuan harga tertera satuan pekerjaan m3)
      Jadi jika kolom bangunan panjang 15cm lebar 30 cm dan tnggi 3meter maka 0.15mx0.3mx3m=0.135 m3
      (ingat satuan panjang centimeter harus diubah menjadi meter)
  4.  Mengetahui dan membuat harga satuan bahan dan upah pekerja. Agar harga tepat sebaiknya anda survey harga bahan ditoko terdekat dan bertanya mengenai upah pekerja ke berbagai sumber agar dapat mengetahui harga rata-rata upah pekerja.
  5. Menghitung dengan cara mengalikan harga satuan bahan dan upah dengan nilai koefesian dari analasisa SNI yang sudah ada.
  6. Menentukan harga sebuah pekerjaan dengan mengalikan volume dengan total harga satuan bahan dan upah.

Demikian langkah menghitung rencana anggaran biaya rehab bangunan. Agar lebih jelas bisa di sedot format exel perhitungan biaya rehab bangunan.

DOWNLOAD LINK

Hemat tidak menggunakan jasa arsitek

Hemat tidak menggunakan jasa arsitek ???

Apakah benar jika tidak menggunakan jasa arsitek biaya pembangunan rumah bisa lebih hemat?. Memang ketika kita menggunakan jasa arsitek kita akan menambah budget pembangunan. Terlepas dari biaya pembangunan yang sudah diperkirakan nantinya akan ditambah beberapa persen dari total biaya pembangunan atau beberapa juta rupiah ketika jasa arsitek dihitung permeter persegi luas bangunan.

Tetapi apakah benar lebih hemat tidak menggunakan jasa arsitek ketika membangun rumah…???.

Ketika tidak menggunakan jasa arsitek atau jasa pengawas ketika merencanakan pembangunan dan mempercayakan pembangunan kepada tukang kadang memberikan keterangan yang kadang keliru mengenai konstruksi dikarenakan tingkat pengetahuan tukang yang minim (tidak semua) akibatnya biaya pembangunan rumah dapat membengkak drastis dan jika dana pembangunan rumah “ngepas” pembangunan rumah anda akan terbengkalai dan pemborosan akibat salah desain ini tidak akan terjadi jika anda menggunakan jasa arsitek karena semua direncakan dan terukur.

Bentrok pemahaman antara tukang/pemborong/kontraktor dan pemilik rumah mengenai desain rumah. Dikarenakan tidak adanya perencanaan yang matang, ketika pemilik rumah memilih contoh rumah di internet yang terlihat bagus dan ketika dibangun oleh tukang tidak sesuai dengan contoh gambar, maka pemilik rumah mengalami dilema antara pasrah atau membongkar dan membangun ulang. Ketika anda pasrah “benar” bahwa hemat tidak menggunakan jasa arsitek tetapi ketika memutuskan untuk membongkar dan membangun ulang maka pemborosan lagi yang terjadi.

Ketika memilih tata ruang bangunan (denah bangunan) yang diambil dari berbagi media baik itu majalah ataupun media online tidak menjamin tepat untuk kondisi dimana nantinya lokasi rumah akan dibangun. Posisi rumah terhadap bangunan desekitar, posisi rumah (tata ruang) terhadap arah sinar matahari, atau tata ruang yang tidak karuan karena dibuat tanpa mempertimbangkan pola kegiatan penghuni dan kemungkinan besar anda merasa tidak nyaman menempati rumah dan hidup anda menjadi tidak efektif dan tidak efisien yang membuat anda menyesal karena investasi besar anda membangun rumah menjadi sia-sia.

Jasa Arsitek mungkin terlihat mahal tetapi apa yang nantinya dihasilkan ketika anda menggunakan jasa arsitek dalam merencanakan rumah anda akan memberikan kenyamanan, keindahan, kesesuaian, keamanan dan investasi rumah anda akan jauh lebih bernilai.

Hemat tidak menggunakan jasa arsitek semuanya kembali lagi kepada anda menemukan alasan menggunakan jasa arsitek, keputusan bijak anda meningkatkan nilai investasi dan kenyamanan ketika menempati rumah anda.

Rencana Anggaran Biaya

Rencana anggaran biaya (RAB)

Saat hendak membangun rumah salah satu hal penting adalah memperkirakan biaya konstruksi yang dibutuhkan, inilah fungsi dari RAB. RAB atau rencana anggaran biaya sebagai tolak ukur dalam mengendalikan atau mengontrol pengeluaran selama proses konstruksi baik bahan material dan upah kerja.

Data yang paling penting dalam menghitung RAB adalah gambar bangunan dimana didalamnya menjelaskan ukuran, bentuk dan spesifikasi bangunan yang sebelumnya didesain oleh arsitek dan dari gambar kerja atau gambar bangunan ini estimator dapat memperkirakan volume setiap pekerjaan konstruksi.

Didalam rencana anggaran biaya terdapat perkiraan ukuran untuk menentukan harga satuan pekerjaan yang disebut koefisien yang merupakan rumus dari perbandingan jumlah bahan dan upah yang diperlukan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang biasa disebut analisa pekerjaan. ada berbagai analisa yang dihitung berdasarkan penelitian suatu pekerjaan diantaranya:

  1. Analisa BOW
  2. Analisa SNI
  3. Analisa Kontraktor/Perusahaan

Banyak konsultan perencana, konsultan pengawas, kontraktor dan biro arsitek di banjarmasin yang dapat membantu anda dalam membuat rencana anggaran biaya salah satunya adalah kami grow up arsitek yang didukung oleh estimator yang ahli dibidangnya untuk mengontrol biaya pekerjaan rumah anda.

Bagi anda yang ingin membuat rencana anggaran biaya silahkan menghubungi kami di laman kontak.